Sebetulnya Malaysia dan Indonesia, khususnya suku Melayu (yang berada di Sumatera dan sebagian Kalimantan) itu sedarah. Berasal dari turunan yang sama. Warna kulit sama, muka sama, bahasa, agama dan budaya pun sama.
Bahkan suku Melayu di Sumatera, Kalimantan dan Malaysia justru lebih mirip bentuk tubuh/wajah, agama, bahasa dan budayanya ketimbang suku Melayu dengan suku Ambon dan Papua.
Coba bandingkan, apa bedanya wajah Siti Nurhaliza orang Malaysia itu dengan gadis dari suku Melayu di Indonesia atau dengan suku Sunda, Jawa, dan sebagainya? Nyaris tak ada bedanya.
Sebaliknya bandingkan orang dari Ambon atau Papua, misalnya Rully Nere dengan orang Indonesia dari suku Melayu, Sunda, atau Jawa. Niscaya kita bisa membedakannya meski sama-sama satu negara.
Hanya karena penjajahanlah maka suku Melayu ini terpisah. Malaysia (dari kata Melayu) yang dijajah Inggris menjadi negara Malaysia, sementara Indonesia dari berbagai suku (termasuk Ambon dan Papua) yang dijajah Belanda jadi negara Indonesia

Pada zaman Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Malaka dan Majapahit, Malaysia dan Indonesia itu satu negara: Negara Sriwijaya dan Negara Majapahit. Silahkan cek http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sriwijaya

Jadi kalau ada kesamaan bahasa, agama, dan budaya bukan karena Malaysia membajak budaya kita. Tapi mereka sama2 suku Melayu seperti saudara2 kita di Sumatera dan sebagian Kalimantan.
Kalau ada penertiban Illegal Migrant (pekerja illegal) di Malaysia, di Jakarta pun nanti akan ada operasi Yustisi untuk menertibkan pendatang illegal. Padahal masih sama2 satu negara. Kasus penertiban illegal migrant ini sering jadi faktor keributan antara Indonesia dan Malaysia.
Kita juga harus mewaspadai kelompok tertentu yang ingin agar bangsa Indonesia dengan Malaysia saling bunuh dan berperang dengan cara mengadu domba.

DIarsipkan di bawah: Indonesia









Assalamualaikum Wr. Wb.
– Apakah Anda ingin mengetahui penyebab hancurnya sistem kapitalis?
– Apakah Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang situasi dan kondisi masyarakat saat ini secara global?
– Apakah Anda ingin mengetahui tentang sistem apakah yang bisa memecahkan berbagai persoalan dalam situasi dan kondisi saat ini?
Apabila Anda menjawab “ya!”, maka hadirilah undangan…
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Liqo’ Syawal Umat Islam 1429 H
Bersama Hizbut Tahrir Indonesia
dengan tema,
– “Saatnya Kapitalisme Hancur dan Khilafah Tegak”
yang Insya Allah akan dilaksanakan pada,
– hari____: Ahad
– tanggal_: 26 Oktober 2008
– pukul___: 08.30-11.00
– tempat__: Masjid Al-Akbar, Surabaya
yang diselenggarakan oleh,
– HTI DPD Jawa Timur
contact Person
– Anwar Jabir (081 13465967)
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
…yang Insya Allah akan mampu menjawab pertanyaan Anda mengenai ketiga hal di atas.
Terima kasih atas perhatian yang telah Anda berikan.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Sangat setuju pendapat Anda, saya penduduk Sumatera Utara/Pematang Siantar merasa ada maksud2 golongan tertentu untuk memecah belah kita. Hingga saat ini kami merasa tidak ada persoalan ataupun permasalahan diantara kita. Kalaupun ada persoalan antar negara itu urusan diplomatik dan jangan kita ikut-ikutan memperkeruh suasana. Mari kita pererat silaturahim.
Wassalam.